Pagi saya hari ini lebih bergairah. Saya jogging kembali. Yihaaa...Maksudnya dengan jarak yang cukup jauh. Keliling kampung. Tahun-tahun sebelumnya saya rajin berjogging. Setiap pagi 1-2 jam. Tidak pernah sakit dan tubuh benar-benar terjaga staminanya.Jogging berhenti karena orang mabuk menabrak saya dari belakang. Saya tidak bisa beraktifitas selama enam bulan.
Teman baru saya berolahraga, Ela, baru pindah kos. Dia senang olahraga. Wah saya juga. Cuma kadang sering kena penyakit males karena tiada teman. Padahal dulunya juga sendiri. Jadinya saya lebih suka bergerak-gerakdi beranda tempat tinggal saya. Tapi manalah berkeringat? sambilmenggerak-gerakkan tubuh, kami bikin jadwal olahraga. Ini jadwalnya.
Senin : jogging
Selasa: renang
Rabu :senam
Kamis dan seterusnya mengikuti jadwal sebelumnya.
Jadi mulai hari ini pagi saya bertambah aktivitas. Bangun-meditasi-olahraga
Sehat itu tidak mahal. Saya sudah membuktikannya. Jadi apa salahnya saya memulai lagi dari sekarang. Sehat dengan cara yang murah.
Nb: saya punya sepeda. sudah dua tahun tak saya gunakan sejak saya beli. Mungkin hari Sabtu atau Minggu, jadwal saya untuk bersepeda ya? Siapa mau menemani saya?
Nb lagi : saya punya pelatih renang baru...xixixi. Kalau sampai nggak bisa kebangetan :)
Salam sehat
Yogyakarta, 21 Mei 2012
Pukul 07.43
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
Renang
Karena sakit punggung, dokter mewajibkan saya berenang. Itu salah satu cara dari berbagai cara lainnya, yang bisa menyembuhkan sakit punggung saya. Jujur, saya belum bisa berenang dengan fasih. Masalah saya mengambil nafas.
Waktu SMA saya ikut kurikulum renang. Tapi juga cuma dapet C hahhaa. Sepanjang semester saya cuma berangkat dua kali.Pas pertama perkenalan dan mau ujian. Mana bisa. Emangnya renang sulapan massal? Nah karena saya tetap pingin lancar berenang, maka saya mencoba berlatih lewat teman. Kalau ada yang mengajak saya berenang saya hooh hooh saja. Tapi ya itu tadi cibang cibung, meluncur, renang ala gaya bebas kayak mandi di sungai sudah selesai.
Tapi saya tak pernah berenang di air yang dalam. Hingga suatu hari, ketika masih SMA, saya tenggelam. Hihihi. Memalukan. Sejak itu saya absen berenang. Melupakan bermain di air dan berenang. Padahal kalau dipikir-pikir, negeri ini kepulauan yang banyak sungai dan lautnya. Pernah tsunami pula. Sudah selayaknya saya memberikan bekal kepada diri sendiri untuk mahir berenang. Saya juga kerap liputan di berbagai daerah. Tapi kok bisa saya tetap bebal dan enggan belajar berenang?
Hingga, Dokter Cicil yang merawat saya mewajibkan saya berenang. "Itu untuk relaksasi dan meluruskan punggung, pasti lebih enak,"ujarnya. Menurut dia renang juga olahraga yang paling baik, selain joging. Ditemani Dokter Wiwi yang juga punya masalah punggung, saya dengan ogah-ogahan berangkat. Tanpa pakaian renang, cuma dengan training. Seperti makhluk luar angkasa, kesasar di kolam renang. Hiii. Wiwi berenang ke dalam, sementara saya di pinggiran. Meluncur. Meregangkan punggung sesekali renang menggunakan gaya katak dan bebas.
Saya rasakan air menyentuh kulit, merasakan gelombang kecil, saya sungguh rileks luar biasa. Saya pejamkan mata, diam, tak berpikir apa-apa. Kok tiba-tiba saya merasakan sensasi yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya ya? Mendadak saya suka air dan berenang. Saya janji begitu tiba di Yogyakarta, saya harus serius mencari guru renang. Maksimal tiga bulan saya harus bisa. Syukur-syukur bebas dari rasa sakit di punggung.
Tapi sudah lima hari saya menginjak Yogyakarta, kok ya belum jua beranjak ya? Hiks hiks...
Yogyakarta, 12 Mei 2012
Pukul 1.17
Waktu SMA saya ikut kurikulum renang. Tapi juga cuma dapet C hahhaa. Sepanjang semester saya cuma berangkat dua kali.Pas pertama perkenalan dan mau ujian. Mana bisa. Emangnya renang sulapan massal? Nah karena saya tetap pingin lancar berenang, maka saya mencoba berlatih lewat teman. Kalau ada yang mengajak saya berenang saya hooh hooh saja. Tapi ya itu tadi cibang cibung, meluncur, renang ala gaya bebas kayak mandi di sungai sudah selesai.
Tapi saya tak pernah berenang di air yang dalam. Hingga suatu hari, ketika masih SMA, saya tenggelam. Hihihi. Memalukan. Sejak itu saya absen berenang. Melupakan bermain di air dan berenang. Padahal kalau dipikir-pikir, negeri ini kepulauan yang banyak sungai dan lautnya. Pernah tsunami pula. Sudah selayaknya saya memberikan bekal kepada diri sendiri untuk mahir berenang. Saya juga kerap liputan di berbagai daerah. Tapi kok bisa saya tetap bebal dan enggan belajar berenang?
Hingga, Dokter Cicil yang merawat saya mewajibkan saya berenang. "Itu untuk relaksasi dan meluruskan punggung, pasti lebih enak,"ujarnya. Menurut dia renang juga olahraga yang paling baik, selain joging. Ditemani Dokter Wiwi yang juga punya masalah punggung, saya dengan ogah-ogahan berangkat. Tanpa pakaian renang, cuma dengan training. Seperti makhluk luar angkasa, kesasar di kolam renang. Hiii. Wiwi berenang ke dalam, sementara saya di pinggiran. Meluncur. Meregangkan punggung sesekali renang menggunakan gaya katak dan bebas.
Saya rasakan air menyentuh kulit, merasakan gelombang kecil, saya sungguh rileks luar biasa. Saya pejamkan mata, diam, tak berpikir apa-apa. Kok tiba-tiba saya merasakan sensasi yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya ya? Mendadak saya suka air dan berenang. Saya janji begitu tiba di Yogyakarta, saya harus serius mencari guru renang. Maksimal tiga bulan saya harus bisa. Syukur-syukur bebas dari rasa sakit di punggung.
Tapi sudah lima hari saya menginjak Yogyakarta, kok ya belum jua beranjak ya? Hiks hiks...
Yogyakarta, 12 Mei 2012
Pukul 1.17
Senin, 16 Januari 2012
Belajar Memanggang Roti
![]() |
| pemanggangnya unik |
![]() |
| roti dioles telur |
Biasanya juga selai roti hanya dari coklat yang dioles setelah proses panggang selesai. Tapi kali ini, dia mencampurkan roti dengan telur yang sudah dikocok bercampur garam sedikit. Kocokan telur itu dioles-oleskan ke roti tawar lalu dibolak-balik.
"Wah apa ndak amis, Des," tanya saya. "Nanti dicicip aja, amis apa nggak?" kata Dessy. Begitu berwarna coklat. roti berlapis telur itu diangkat. Wah mateng dan rasanya gurih. Enak dan tidak amis. Dessy lalu mengambil mayones. "Dicocolin mayones lebih enak lagi," katanya. Saya mencobanya. Wah...swear deh. Kalian mesti mencobanya. Cocolan lain yang direkomendasikan saos sambel.
YOGYAKARTA, 16 JANUARI 2012
PUKUL 17.28
Langganan:
Postingan (Atom)

